Desa Jombang merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Desa ini memiliki sejarah panjang yang tidak lepas dari perkembangan wilayah Jember bagian utara dan perjalanan pemerintahan lokal sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan.
Nama Jombang dipercaya berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni “ijo” (hijau) dan “abang” (merah), yang melambangkan kesuburan tanah dan keberanian masyarakatnya. Namun ada juga yang meyakini bahwa nama ini diadopsi dari daerah Jombang di Jawa Timur bagian barat, karena adanya migrasi penduduk dari daerah tersebut yang menetap dan membuka lahan pertanian di wilayah ini pada awal abad ke-20.
Pada masa penjajahan Belanda, wilayah Desa Jombang termasuk dalam kawasan perkebunan yang cukup strategis. Beberapa areal di desa ini digunakan untuk tanaman kopi, tebu, dan karet yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan kolonial. Setelah kemerdekaan Indonesia, aset-aset perkebunan ini kemudian diambil alih oleh pemerintah dan sebagian menjadi milik rakyat melalui proses reformasi agraria.
Desa Jombang secara administratif mulai berkembang pesat sejak dibentuknya Kecamatan Jombang sebagai pemekaran wilayah administratif di Kabupaten Jember. Sejak saat itu, Desa Jombang menjadi pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan pemerintahan di kecamatan tersebut. Pusat desa berada di jalur yang cukup strategis dan menjadi penghubung antara desa-desa sekitar dengan pusat kota Jember.
Kini, Desa Jombang terus mengalami perkembangan pesat, terutama di sektor pertanian, perdagangan, dan pendidikan. Warga desa dikenal sebagai masyarakat yang religius, gotong-royong, dan memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Sejarah panjang dan semangat kemajuan ini menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Desa Jombang menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Dalam perjalanan waktu, Desa Jombang tidak hanya tumbuh sebagai kawasan agraris yang subur, namun juga berkembang menjadi desa dengan kekayaan budaya dan nilai-nilai sosial yang kuat. Tradisi lokal, seperti kenduri desa, bersih desa, dan kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin serta peringatan hari besar Islam, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
Secara demografis, penduduk Desa Jombang terdiri dari berbagai latar belakang sosial yang hidup berdampingan dengan harmonis. Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian, namun dalam dua dekade terakhir, sektor perdagangan kecil, usaha mikro, dan jasa mulai tumbuh berkat peningkatan akses infrastruktur dan komunikasi.
Sejak awal 2000-an, pemerintah desa bersama masyarakat secara aktif melakukan pembangunan sarana dan prasarana seperti jalan desa, saluran irigasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan kapasitas kelembagaan desa. Hal ini menjadikan Desa Jombang sebagai salah satu desa yang cukup maju di Kecamatan Jombang.
Di bidang pendidikan, keberadaan sekolah dasar, madrasah, dan lembaga keagamaan seperti TPQ dan pondok pesantren berperan penting dalam membangun karakter dan kecerdasan generasi muda desa. Sementara itu, bidang kesehatan masyarakat mulai diperkuat dengan adanya Posyandu dan layanan kesehatan dasar yang rutin dilakukan oleh kader desa bersama petugas dari Puskesmas setempat.
Desa Jombang juga menunjukkan komitmen dalam pemanfaatan teknologi informasi, dengan mulai mengembangkan sistem informasi desa dan pelayanan berbasis digital untuk mendukung transparansi serta efektivitas layanan publik.
Kini, di bawah kepemimpinan Kepala Desa yang visioner dan partisipasi aktif warga, Desa Jombang berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan, adil, dan inklusif. Dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan semangat gotong-royong, Desa Jombang optimis menatap masa depan sebagai desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Berikut nama-nama Petinggi Desa atau Kepala Desa yang pernah dan masih menjabat sampai saat ini adalah :
1. KARSANI ( 1901 – 1916 )
2. GARBIN ( 1916 – 1920 )
3. SUROKATIKO ( 1920 – 1931 )
4. RUKIMAN ( 1931 – 1932 )
5. RUKIMAN ( 1932 – 1966 )
6. RUKIMAN ( 1966 – 1983 )
7. H. MAKHALI ( 1983 – 1991 )
8. H. IMAM BUKHORI ( 1991 – 1996 )
9. FAUZAN SH. ( 1996 – 2001 )
10. Drs. SUGENG SUTRISNO ( 2001 – 2007 )
11. H. MOCH.ILYAS ( 2007 – 2013)
12. MARGONO (2013 - 2019)
13. Drs. SUGENG SUTRISNO ( 2019– Sekarang )